Kita mungkin sudah terlalu sering melihat lambang-lambang
dan simbol-simbol yang digunakan kaum Komunis. Tapi, pernahkah kita berpikir,
mengapa lambang dan simbol yang digunakan
selalu sama walau secara territory dan kultur sangat berbeda. Bandingkan
dengan lambang dan simbol yang digunakan oleh Negara yang menganut faham
Demokrasi. Di negara-negara yang
menganut faham Demokrasi umumnya lambang dan simbol yang digunakan cukup
beragam disesuaikan dengan keinginan rakyatnya, tapi di Negara yang menganut
faham Komunis lambang dan simbol seperti
diseragamkan sebagai bentuk kepatuhan yang mutlak.
Khong Fu Tse pernah mengatakan, “disaat manusia merasa
kesusahan maka dia akan berusaha mencari teman untuk berbagi kesusahannya, tapi
disaat dia merasa senang atau bahagia umumnya manusia tersebut akan enggan
untuk berbagi dengan manusia yang lain”. Kaum Komunis faham betul akan filosofi
tersebut, itulah yang membuat faham ini menerapkan keseragaman yang mutlak agar
manusia tetap saling berbagi yang artinya manusia tersebut dilarang untuk
meraih impiannya.
Perkembangan dunia membuktikan bila faham Komunis adalah
sebuah faham yang keliru. Lihatlah Sovyet yang runtuh, lihatlah Rusia, walau
kini dikuasai oleh partai yang masih mengusung faham Komunis tapi secara riil
mengakui aspek kepemilikan/kapitalis bagi rakyatnya dan memberikan
kebebasan/liberalis bagi rakyatnya untuk menggunakan hak memilih. Lihat China,
walau secara ketatanegaraan masih menerapkan faham Komunis tapi pada
kenyataannya pemerintah China mengakui hak kepemilikan/kapitalis bagi
rakyatnya, hanya hak kedaulatan rakyat yang belum sepenuhnya diberikan
pemerintah China.
Sekarang kita membahas arti dari lambang-lambang dan simbol-simbol
yang digunakan kaum Komunis.
1. PALU-SABIT
Lambang palu dan sabit yang menjadi simbol dari komunis memiliki sejarah
yang tidak ada hubungannya dengan komunisme. Simbol palu mewakili para
buruh dan sabit mewakiti para petani. Setelah revolusi industri di
Eropa, kaum buruh dan petani semakin terpinggirkan dan tertindas. Simbol
palu dan sabit yang menyilang muncul sebagai bentuk pengkomunikasian
bersatunya kaum buruh dan petani dalam revolusi Bolshevik tahun 1917 di
Rusia. Di tahun-tahun berikutnya, lambang palu dan sabit menjadi simbol
pemberontakan, bahkan sampai sekarang.
Revolusi para pekerja yang tergolong kalangan bawah tersebut mengundang
perhatian dunia. Mereka yang menyepelekan kaum pekerja tidak mengira
akan kekuatan yang dimiliki oleh persatuan kaum buruh dan petani. Pihak
komunis-sosialis, yang sebelumnya menggunakan bendera merah atau sering
dikenal dengan tentara merah, memanfaatkan simbol pekerja tersebut
sebagai lambang bendera partai komunis. Tahun 1922 penggunaan lambang
palu dan sabit menyilang dengan latar belakang merah diresmikan menjadi
bendera komunis di seluruh dunia.
Simbol merupakan kode untuk berkomunikasi atau pertukaran informasi dalam interaksi sosial. Dari uraian diatas,simbol
muncul dalam bentuk lambang palu dan sabit, berupa artefak bendera,
atribut, dan lainnya. Peran Artefak dalam Pertukaran Informasi yaitu:
-Sebagai simbol wilayah kekuasaan & sosial
-Sebagai simbol penguat kesatuan etnik
-Sebagai simbol pemeliharaan dan penguatan jaringan pencarian pasangan hidup
-Sebagai simbol penguatan hubungan antar masyarakat
-Sebagai simbol kedudukan struktural
Pada awalnya, para buruh dan petani menyampaikan eksistensi mereka dalam
revolusi melalui simbol palu dan sabit. Simbol ini kemudian menjadi
identitas para pekerja kasar sebagai solidaritas, pemersatu dan penguat
hubungan antar masyarakat. Apabila revolusi yang dilakukan tidak
memunculkan simbol, maka akan sulit untuk menunjukkan keberadaan kaum
buruh dan petani di mata dunia, serta sulit untuk menggerakkan kaum
pekerja yang lain. Dengan demikian simbol palu dan sabit memiliki arti
penting dalam penyampaian pesan revolusi.
Besarnya pengaruh revolusi palu dan sabit mengakibatkan orang
mengidentikkan lambang palu dan sabit sebagai simbol pemberontakan.
Dalam perkembangannya, simbol palu dan sabit tidak hanya digunakan oleh
kaum pekerja tapi juga kaum borjuis (pelajar) saat menolak kebijakan
pemerintah. Simbol ini juga digunakan oleh kaum sosialis yang menjunjung
tinggi kesetaraan status.
Tahun 1922, tentara merah meresmikan simbol palu dan arit yang menyilang
dimasukkan ke dalam lambang bendera partai politiknya. Lambang ini
memiliki makna bahwa partai komunis menjunjung tinggi para pekerja
kasar. Dari sini diharapkan pendukung partai dapat dihimpun dari para
buruh dan petani yang cenderung memiliki massa lebih banyak.
Simbol palu dan sabit berubah fungsi dan makna sesuai dengan
perkembangan jaman. Makna yang semula dikomunikasikan melalui simbol
palu dan sabit berubah interpretasinya sesuai dengan kondisi jaman dan
pengalaman sejarah.
Di Indonesia, sejak peristiwa G 30 S PKI, simbol palu dan sabit menjadi
tabu karena diinterpretasikan dengan komunis yang ingin menghancurkan
Indonesia dari dalam. Namun setelah lengsernya pemerintahan orde baru,
simbol palu dan sabit mulai bermunculan lagi dalam berbagai bentuk dan
lambang. Interpretasi orang saat ini bisa beraneka macam terhadap simbol
tersebut. Ada yang mengartikan sebagai penganut komunis, penganut
sosialis, lambang revolusi, bentuk protes terhadap pemerintahan, dan
lainnya. Semua makna tidak salah, kembali ke pengertian simbol yang
memiliki banyak arti, dan hanya dipahami oleh manusia, sehingga yang
bersangkutan dituntun untuk memahami objek untuk mengetahui makna yang
terkandung dalam simbol tersebut.
2. BINTANG MERAH-RED STAR
Bintang merah yang berujung lima adalah lambang komunisme serta
sosialisme yang lebih umum. Yang melambangkan kelima jari tangan
pekerja, serta kelima benua. Bintang berujung lima dimaksudkan untuk
mewakili kelima kelompok sosial yang akan membawa Rusia ke komunisme:
kaum muda, militer, industri , buruh petani, dan cendekiawan.
Bintang merah adalah salah satu lambang, simbol, dan tanda yang mewakili
Uni Soviet di bawah kekuasaan dan bimbingan Partai Komunis, serta palu
dan arit. Juga dipakai sebagai lencana di kamp tawanan Jerman pada saat
itu di bawah Hitler dan WWII (perang dunia 2) untuk menandakan komunis.
3. BENDERA MERAH
Bendera merah sering dikombinasi dengan lambang komunis dan nama partai
lain. Bendera dipakai di berbagai komunis dan sosialis seperti May Day. Bendera juga biasanya dihubungkan dengan sosialisme.
Bendera merah mempunyai banyak arti di sejarah tetapi terlebih dulu
dipakai sebagai sehelai bendera pembangkangan. Bendera merah mendapat
arti politik modernnya di Revolusi Perancis 1871. Sesudah Revolusi
Oktober, pemerintah Uni Soviet mengambil bendera merah dengan palu dan
arit yang dilapiskan keatas sebagai bendera nasionalnya. Karena Revolusi
Oktober, berbagai negara bagian sosialis dan pergerakannya sudah
memakai bendera merah.



